tragedi pagi

Seumur hidupku aku tak pernah diteriaki dan dimarah2i oleh ibu kandungku tp lain dgn ibu mertuaku ia begitu sering memperlakukanku seperti itu,memarahiku tanpa sebab yg jelas. Hari itu dan hari sebelumnya aku merasa tidak mempunyai masalah dgnnya. Aku memang meminimalkan diri untuk bercakap2 dgn nya. Kalo ditanya ya menjawab,tp kalo tak ditanya aku tak kan mau membuat percakapan dgn nya. Aku mulai cuek padanya dan tidak mau tau urusan nya. Karena sudah muak dan bosan diriku melihatnya dan perlakuan nya terhadapku apalagi sikapnya yg memanjakan anaku. Pagi itu aku turun untuk mencuci piring dgn anaku. Tiba2 ia datang dan mendampratku dgn kata2nya yg mcm2. Teriakannya membuatku menyimpulkan bahwa ia sangat ingin diperhatikan. Yg ia butuhkan adalah basa basi dlm hidupnya. Dan itu tak kan pernah ada dlm kamusku untuknya. Hatiku sudah tak menaruh simpati sedikitpun pada mertuaku itu sekalipun ia sedang sakit. Sebegitu bencinya aku padanya. Sempat kepikiran diotak ku untuk mengakhiri pernikahanku dgn anaknya agar ia bs mendapatkan menantu yg bisa mengurusnya kelak. Apa yg aku dapat dirumah ini? Tak ada keceriaan dan kebahagiaan sedikitpun yg aku rasakan sejak menikah dgn anaknya. Karena ibu mertua ku itulah yg selalu campur tangan dlm rmh tanggaku. Ya allah,berilah aku kekuatan dan petunjukmu. Lindungilah aku. Sedikit hatinya kesal dgn orang lain di rumah ini,aku lah yg jadi sasaran nya. Tidak kah dia berfikir bahwa aku ini anak nya orang lain? Tidak kah dia bisa merasakan bgmana seorang wanita punya perasaan? Maukah ia diperlakukan seperti aku? Setelah kejadian itu aku menjadi malas skali utk bertatap muka dgn mertuaku. Aku buat ia merasa bersalah atas perbuatannya kepadaku. Pada akhirnya mertuaku sendiri yg bingung. Ia menanyakan kepada pembantu kami bgmana keadaanku setelah diomelin, aku sdh mkn apa belum, kenapa aku hanya diam saja. Ia jg mengatakan kepada pembantu kami bahwa ia sdh tdk marah padaku, tp knapa aku tetap diam. Beuh..aku tak kan mudah percaya lg pada mertuaku itu. Sekarang aku menjadi masa bodo terhadapnya. Aku tak peduli. Cuek aja. Mo dia jungkir balik kyk apapun. Smg aku bisa pergi dari rmh ini secepatnya. Ya allah mudahkanlah jalan dan urusanku.amin

~ oleh irnariyani pada April 8, 2011.

5 Tanggapan to “tragedi pagi”

  1. yang sabar aja mbak… jangan terbawa emosi

  2. mbak klw bisa misah dengan ortu/mertua bisa ngontrak aja ataw beli rumah baru..
    pasti nanti akan lebih baik..

    • pinginnya kayak gitu.. tapi apa daya.. suami anak terakhir yang diwajibkan tinggal sama orang tuanya… jadilah konflik menantu-mertua ga bisa terelakkan…tolooooonggg..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
nurulmuchrodi's Blog

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

kebun jeruk!

untuk berbagi kesegaran

Rajutan Anak Indonesia

Produk Karya Anak Indonesia

wajahbengkulu

Just another WordPress.com site

Techno and Education

Sekilas Berita Tentang Teknologi Masa Kini

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: