Cerita sang pembantu

Ada cerita yang selalu mengganjal dihatiku sejak beberapa bulan belakangan ini. Kejadian ini diceritakan langsung oleh orang yang mengalaminya. Sudah dua orang yang menceritakan hal yang kurang lebih sama. Ini sedikit mempengaruhi penilaianku terhadap pelakunya. Sungguh tak disangka dan tak ada yang bisa menduga perbuatan yang sangat tercela itu. Seseorang yang termasuk lanjut usia, dengan title haji yang disandangnya sanggup melakukan hal demikian. Wajar saja orang yang berada di dekatkatnya merasa selalu risau terhadapnya dan rasa cemburu yang terlalu berlebihan membuat orang yang dekat tersebut selalu terlihat tak tenang.
Pasti semuanya tak mengira bahwa orang yang aku maksud tersebut adalah Bapak Mertuaku. Aku saja sampai tak percaya mendengarnya. Dengan tampilan yang seperti itu tak terbayang jika ia mau berbuat kurang ajar terhadap orang yang telah bercerita kepadaku. Ya.. kedua orang yang bercerita kepadaku adalah para pembantu yang bekerja di rumah ini. Pembantu yang pertama adalah seorang baby sitter kakak ipar yang berusia sekitar 33 thn. Sebelum kepulangannya, ia bercerita kepadaku yang membuatku sangat kaget. Pantes ia terkadang terlihat sedang menangis dan ketika kutanya sebabnya mengapa, ia menyembunyikan cerita itu dalam-dalam. Mungkin takut, mungkin juga malu dan tak ingin membuat keluarga ini hancur berantakan. Kasihan ia. Kepulangannya pun akhirnya dengan alasan suaminya yang sedang sakit. Sepanjang tinggal 5 bulan dirumah ini ia lah yang menurutku sangat kasihan. Ia orangnya baik, mengerti pekerjaan dapur, suka menolong meskipun itu bukan tugasnya, senang bercanda dan mudah dekat dengan orang. Orangnya pun lumayan bersih kulitnya kuning dengan postur tubuh yang sedang agak kecil. Ia mempunyai suami di kampungnya tetapi sayangnya ia belum memiliki keturunan setelah 11 tahun menikah. Ia juga sangat sabar sekalipun ia sedang teraniaya oleh Ibu Mertuaku.
Yang kedua adalah pembantu rumah ini yang saat ini masih bekerja, sayangnya ketika aku menulis cerita ini ada konflik yang sedang terjadi antara ia dan ibu mertuaku. Ia berusia 38 tahun memiliki 2 orang anak dan suami. Tinggalnya pun tak terlalu jauh dari rumah kami. Dulu ketika ia masih SD ia pernah ikut bekerja dengan keluarga ini, ia yang menjaga anak yang sekarang menjadi suamiku. Karena sudah lama pernah ikut keluarga ini, ia pun sedikit paham tentang kehidupan majikannya. Orangnya agak gendut berkulit hitam dan pekerjaannya sedikit kurang rapi tetapi cepat. Ia senang bercerita dan selalu ingin tahu kegiatan kami-kami. Karena aku mulai paham akan kebiasannya, aku tak ambil pusing akan hal itu.
Kedua pembantu ini bercerita hal yang mengejutkan kepadaku. Hampir tak percaya akhirnya aku bisa memakluminya dan pada akhirnya ada hal yang menyebabkan pelaku berbuat seperti itu. Ini bisa dijadikan pembelajaran untukku dan mengingatkan aku terhadap suamiku. Pelaku yang nota bene bapak mertuaku itu ternyata telah berbuat yang kurang terpuji terhadap para pembantu ini. Pada pembantu yang pertama, bapak mertuaku itu suka mencubit bagian pinggang dan pernah mencolokkan batang sapu ke bagian bokong, saat itu ia sedang jongkok dan sedikit bagian belakangnya terbuka akibat kaosnya yang terangkat. Tentu saja perbuatan ini sangat mengagetkan pembantu pertama ini. Membuat hatinya deredeg, kacau, takut dan bingung harus bagaimana. Rasa khawatir pun terus melandanya. Ia juga bercerita beberapa hari sering melihat kebiasaan aneh bapak mertua yang membuatnya takut. Saat itu bapak mertua suka menyiram tanaman malam-malam dan posisi tanaman yang disiram berada di depan kamar sang pembantu. Belum lagi kadang candaan bapak mertua yang menurutnya aneh misalnya ketika ia akan pulang menjenguk suaminya yang sakit. Apa maksud dari bapak mertua ini? Gila memang, tapi itu nyata.
Ada satu peritiwa yang aku ingat, kala itu adalah bulan puasa. Ibu mertua begitu marah nya kepada pembantu ini. Aku mengerti bahwa tugas dapur bukanlah tugasnya, tetapi ibu mertua menyuruhnya untuk bangun dikala sahur untuk menghangatkan makanan. Ia selalu mendapat sindiran keras dari ibu mertuaku karena tak duluan bangun untuk menghangatkan makanan. Akhirnya karena tak ingin membuat masalah tambah panjang, ia bangun lebih awal biasanya jam 2 seperempat dan mulai menghangatkan makanan. Ketika aku bangun jam 3 kurang 15 , semua pekerjaan telah selesai dan ia pamit untuk tidur kembali tanpa mengambil makanan untuk sahur. Aku melihatnya menangis sambil mencuci piring setelah selesai menghangatkan makanan. Ia sangat tertekan. Aku kasian kepadanya, aku menyuruhnya untuk tidak bangun terlalu cepat, bayangkan masih jam 2! Tapi ia tetap melakukannya. Di bulan puasa itu tubuhnya terlihat lebih kurus dengan wajah yang terlihat sangat tirus. Ia melakukan pekerjaan menghangatkan sahur sampai 1 minggu sebelum kepulangannya ke kampong halamannya.
Pembantu itu bercerita, kenapa ibu mertua selalu mencari masalah dengannya. Padahal ia tak ada berbuat yang aneh ataupun yang menjengkelkan. Tetapi ibu mertua selalu saja ada alasan untuk membuatnya berkecil hati ataupun bersedih. Pernah suatu kali, ibu mertua marah dan menganggap pembantu ini sedang menceritakan tentang dirinya. Ia berani bersumpah bahwa ia tidak bercerita apapun kecuali sedang bercanda dengan mak mi yang sedang menyetrika. Ibu mertuaku keterlaluan, sifatnya yang selalu curiga dan terlalu cmburu membuat ia selalu berbuat jahat dan mencari kesalahan orang lain.
Menurutku pantes saja bapak mertuaku bisa kepincut oleh orang lain, bukan karena orang lain tersebut menggodanya tetapi karena ia sendiri yang haus akan lemah lembut dan kasih sayang seorang wanita. Melihat ibu mertuaku yang kayak singa jika marah dan tak pernah mau meladeni suami atau terlihat mesra dengan suami wajar saja suaminya mencari2 kesempatan dalam kesempitan.. Iiiihh amit amiiiitt. . Berarti ini salah siapa? Ibu mertuaku harusnya bisa introspeksi diri. Aku melihat ia bisa merasa cepat cemburu tehadap wanita lain yang kebetulan terlihat mungkin agak akrab dengan suaminya dan dengan segala kemampuannya ia membuat wanita yang jadi saingannya menagis tanpa mengerti kesalahannya apa.

to be continued…..

~ oleh irnariyani pada September 12, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
nurulmuchrodi's Blog

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

kebun jeruk!

untuk berbagi kesegaran

Rajutan Anak Indonesia

Produk Karya Anak Indonesia

wajahbengkulu

Just another WordPress.com site

Techno and Education

Sekilas Berita Tentang Teknologi Masa Kini

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: