Sembuh dari Gondongan

Setelah mengalami 2 x 24 jam demam yang lumayan tinggi, berkisar 38 – 39 derajat celcius, akhirnya demam anaku mulai turun. Aku sempat khawatir sekali karena demamnya tak kunjung sembuh kecuali keika diminumin parasetamol. Sempat membawanya ke dokter anak, karena khawatir demamnya bukan karena penyakit gondong tersebut. Tetapi dokter anak tersebut belum bisa memastikan demamnya karena apa, aku bertanya apakah bukan karena gondongan nya itu? dokter malah menyuruh kami untuk rawat inap agar bisa dilakukan tes lab darahnya. Dokter tesebut malah khawatir anak kami kena ISK (infeksi Saluran Kencing) atau demam berdarah. Waduh… aku bertambah takut aja kalau ternyata anakku bener2 sakit ISK atau DBD. Tetapi selama ini jika ia kena DBD, menurutku gejalanya tidak seperti yang ia alami. Anaku tidak mengalami mual. Ia masih mau minum susu dan makan meskipun sedikit. ia juga tidak pernah mengeluhkan sakit ketika ia pipis.

Kami tidak setuju dengan diagnosa dokter tersebut, bukanny, ia membuat kami lega malah membuat kami lebih khawatir akan penyakit yang lebih parah. Oleh dokter tersebut kami dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di kota kami dan ia mengatakan agar kami harus segera membawa anak kami ke RS agar siangnya hasil tes labnya bisa ketahuan saat kunjungan dokter nanti.

Karena merasa tak percaya akan diagnosa tersebut, suamiku bukannya membawa anaku ke RS yang dirujuk tersebut, malah membawa anak kami pulang ke rumah. Toh dokter tersebut tidak tahu alamat jelas kami dimana. Dia tidak akan mencari kami bukan?
Akhirnya aku merawat anaku di rumah dengan tetap memberinya obat yang dikasi oleh bu bidan.

Alhamdulillah menjelang sore demam anaku mulai turun, dan ia terlihat berkeringat terus sampai2 harus mengganti baju sebanyak 3 kali begitu juga ketika tidur malam, keringatnya banyak sekali. Aku terus menyuruh anakku untuk banyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Hari ke 3, anaku sudah tidak demam lagi, hanya saja bengkaknya sampai sekarang (Hari ke 4) belum kempes juga.

Untungnya kami tidak langsung menuruti saran dokter tersebut. Bukannya tidak memperhatikan anak, tetapi bila kita paham akan gejala dan penanganan penyakit yang seharusnya maka anak kita tidak akan menjadi percobaaan untuk menjalani tes lab. Bayangkan jika ia harus di ambil darah dan di coblos kulitnya untuk memasukkan selang infus, sementara penyakitnya hanya gondongan yang disebabkan oleh virus saja?\!! Berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh orangtua untuk hal itu?
dan berapa banyak obat2an yang harus masuk ke tubuh anak sementara obat2n itu seharusnya belum perlu diminumkan.

Dari penyakit ini aku mendapat pelajaran bahwa ketika anak kita sakit, rawatlah dulu dirumah, bila ia demam berikan paracetamol, bila demamnya lewat 3 hari barulah kita bawa ke dokter. Lihat dulu kondisi anak. Penyakit yang disebabkan virus tidak membutuhkan antibiotik. antibiotik yang diberikan oleh bu bidan akhinya tidak jadi aku minumkan ke anaku karena aku yakin itu belum perlu untuk penyakit yang disebabkan oleh virus… Benar begitu? mudah2an pengalamanku ini bisa menjadi gambaran untuk pembaca lainnya.

~ oleh irnariyani pada Maret 1, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
nurulmuchrodi's Blog

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

kebun jeruk!

untuk berbagi kesegaran

Rajutan Anak Indonesia

Produk Karya Anak Indonesia

wajahbengkulu

Just another WordPress.com site

Techno and Education

Sekilas Berita Tentang Teknologi Masa Kini

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: