Simpen dulu buat anak laki laki nanti

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah
( Aqil Baligh).
by Elly Risman Ykbh

Dear Parents…
Tahukah anda, bahwa anak laki-laki
yang belum baligh dijadikan
sasaran tembak bisnis pornografi
internasional ?
Mengapa demikian ?
Karena anak laki-laki cenderung
menggunakan otak kiri dan alat
kemaluannya berada di luar. Di
berbagai media (Komik, Games,
PS, Internet, VCD, HP), mereka
menampilkan gambar-gambar
yang mengandung materi pornografi,
melalui tampilan yang dekat
dan akrab dengan dunia anak-anak.
Dengan berbagai rangsangan yang
cukup banyak dari media-
media tersebut, dan asupan gizi yang
diterima anak-anak dari
makanannya, hormon testosterone di
dalam tubuh bergerak 20
kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai
memproduksi sperma. Dan
kantung sperma menjadi penuh.
Karena itu, anak laki-laki kita
dengan mudahnya mengeluarkan mani
lebih cepat dari yang
lainnya dan kadang-kadang, dengan
banyaknya ‘rangsangan’ dari
berbagai media tersebut, mereka tidak
perlu dengan bermimpi !

Dear Parents…
Menyiapkan anak kita memasuki masa
baligh adalah tantangan
besar bagi kita sebagai orang tua.
Kelihatannya sepele, namun
sangat penting bagi mereka untuk
mengatahui seputar masa
baligh agar mereka tumbuh menjadi
pribadi yang memiliki
seksualitas yang sehat, lurus dan benar.
Memang banyak kendala
yang kita hadapi : tabu & saru,
bagaimana harus memulainya,
kapan waktu yang tepat untuk
memulai, sejauh mana yang harus
kita bicarakan, dan lain-lain. Memang
tidak mudah untuk
mendobrak kendala-kendala tersebut,
namun jika kita tidak
melakukannya sejak dini, bisa jadi
mereka mendapatkan
informasi-informasi yang salah dari
sumber yang tidak jelas.
Jadi, salah satu kewajiban orang tua
adalah menyiapkan putra
putrinya memasuki masa puber /
baligh. Biasanya anak
perempuan yang lebih sering
dipersiapkan untuk memasuki masa
menstruasi. Jarang, para ayah yang
menyiapkan anak laki-lakinya
menghadapi mimpi basah. Ini adalah
tanggung jawab Ayah untuk
membicarakannya kepada mereka.
Mengapa harus ayah ? Karena anak laki-
laki yang berusia di atas 7
tahun, membutuhkan waktu yang lebih
banyak dengan ayahnya,
dari pada dengan ibunya. Dan jika
bicara seputar mimpi basah,
ibu tentu tidak terlalu menguasai hal-
hal seputar mimpi basah
dan tidak pernah mengalaminya
bukan ? Namun, bila karena satu
hal, ayah tak sempat dan tidak punya
waktu untuk itu, ibu-lah
yang harus mengambil tanggung jawab
ini.
Tips Menyiapkan Anak Laki-laki
Menghadapi Mimpi Basah
Untuk pertama kali, kita akan
membicarakan tentang apa itu
mimpi basah, dan bedanya mani
dengan madzi, dan apa yang
harus dilakukan jika keluar cairan
tersebut. Agar anak bisa
membedakan antara mani dengan
madzi, persiapkan terlebih
dahulu alat-alatnya :
– Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu
dengan air, jangan terlalu
encer, hingga masih ada butir-butir
kecilnya. Beri sedikit bubuk
kunyit, hingga menjadi agak kuning.
Taruh di wadah/botol.
– Untuk madzi : Beli lem khusus,
seperti lem UHU.
Berikutnya siapkan waktu khusus
dengan anak untuk
membicarakannya. Apa saja yang harus
disampaikan :
– Pertama, sampaikan kepada mereka
bahwa saat ini mereka
telah tumbuh berkembang menjadi
remaja, dengan adanya
perubahan-perubahan pada fisik
mereka. Dan sebentar lagi
mereka akan memasuki masa puber /
baligh.
Contoh : “Nak.. ayah lihat kamu sudah
semakin besar saja ya..
Tuh coba lihat tungkai kakimu sudah
semakin panjang, suaramu
sudah agak berat. Waah..anak ayah
sudah mau jadi remaja nih.
Nah, ayah mau bicarain sama kamu
tentang hal penting
menjelang seorang anak menjadi
remaja atau istilahnya ia
memasuki masa puber / baligh”
– Di awal, mungkin mereka akan
merasa jengah dan malu.
Namun, yakinkan kepada mereka,
bahwa membicarakan masalah
tersebut merupakan tanggung jawab
kita sebagai orang tua, yang
nanti akan ditanyakan oleh Allah di
akhirat.
– Ketika berbicara dengan anak laki-laki
yang belum baligh,
gunakan the power of touch.
Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal
ini telah dicontohkan oleh
Rosulullah Muhammad yang sering
mengusap bahu atau kepala
anak laki-laki yang belum baligh.
Hal ini dapat menumbuhkan
keakraban antara ayah dengan anak.
Jika sudah baligh, mereka
tidak akan mau kita sentuh.
– Gunakan juga jangkar emosi
(panggilan khusus, yang bisa
mendekatkan hubungan kita dengan
anak), misalnya: nak, buah
hati papa, jagoan ayah, dan lain-lain.
– Sampaikan kepada anak kita :
Tentang mimpi basah & mani
• Bahwa karena ia telah memiliki
tanda-tanda / ciri-ciri memasuki
masa puber, maka pada suatu malam
nanti, ia akan mengalami
mimpi sedang bermesraan dengan
perempuan yang dikenal
ataupun tidak dikenal. Dan pada saat
terbangun, ia akan
mendapatkan cairan yang disebut mani.
(Kita beri tahukan kepada
mereka contoh cairannya, yaitu cairan
tepung kanji yang telah kita
persiapkan). Peristiwa itu disebut
mimpi basah.
• Jika seorang anak laki-laki telah
mengalami mimpi basah,
tandanya ia sudah menjadi seorang
remaja / dewasa muda. Dan
mulai saat itu, ia sudah bertanggung
jawab kepada Tuhan atas
segala perbuatan yang ia lakukan, baik
berupa kebaikan maupun
keburukan. Pahala dan dosa atas
perbuatannya itu akan menjadi
tanggungannya. Dalam agama Islam, ia
disebut sudah mukallaf.
• Beritahukan kewajiban yang harus
dilakukan setelah mengalami
mimpi basah (sesuai dengan ajaran
agama masing-masing).Dalam
Islam, orang yang mimpi basah
diwajibkan untuk mandi besar /
mandi junub, yaitu :
1. Bersihkan kemaluan dari cairan
sperma yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci (“Aku berniat
mensucikan diri dari
hadats besar karena Allah”). Minta ia
untuk melafalkannya.
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke
bagian tubuh sebelah kanan
tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri
sebanyak tiga kali, hingga
seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.
• Setelah kita terangkan, minta
kepadanya untuk mengulangi apa
yang telah kita sampaikan.
Tentang madzi
• Jika ia melihat hal-hal / gambar-
gambar yang tidak pantas dilihat
oleh anak (gambar yang tak senonoh),
maka bisa jadi, ia akan
mengeluarkan cairan yang disebut
madzi. (Kita beri tahukan
kepada mereka contoh cairannya, yaitu
lem UHU).
• Cara membersihkannya cukup
dengan : mencuci kemaluan,
mencuci tangan lalu berwudhu.
• Ingatkan kepadanya, jika ia tidak
melakukannya, ia tidak bisa
sholat dan tidak bisa membaca Al
Qur’an.
• Setelah kita terangkan, minta
kepadanya untuk mengulangi apa
yang telah kita sampaikan.
Hal penting yang harus kita ingat
sebelum membicarakan masalah
ini kepada anak adalah kita berlatih
dahulu bagaimana cara
menyampaikannya. Mengapa ? Agar
komunikasi yang akan kita
lakukan tidak tegang, dan berjalan
dengan hangat. Agar anak
merasa nyaman dan ia dapat menerima
pesan yang kita
sampaikan dengan baik.
Selamat mencoba …

-Elly Risman- —

~ oleh irnariyani pada Februari 25, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
nurulmuchrodi's Blog

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

kebun jeruk!

untuk berbagi kesegaran

Rajutan Anak Indonesia

Produk Karya Anak Indonesia

wajahbengkulu

Just another WordPress.com site

Techno and Education

Sekilas Berita Tentang Teknologi Masa Kini

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: